Dalam Fisika, usaha memiliki definisi yang
lebih khusus. Jika Anda memberikan gaya konstan F pada suatu benda sehingga menyebabkan benda berpindah
sejauh s,
usaha W yang dilakukan gaya tersebut dinyatakan dengan:
Usaha
W
= F. s
W
= F cos α .
s = F s cos α
Dimana:
W = usaha yang dilakukan
(joule = J)
F = gaya yang bekerja
(newton = N)
s = perpindahan (meter =
m)
α = sudut antara gaya dan perpindahan benda
(derajat)
Terdapat dua persyaratan khusus mengenai
definisi usaha dalam Fisika ini. Pertama, gaya yang diberikan pada benda
haruslah menyebabkan benda tersebut berpindah sejauh jarak tertentu.
Perhatikanlah Gambar berikut.

Walaupun orang tersebut mendorong dinding tembok hingga tenaganya habis, dinding tembok tersebut tidak berpindah. Dalam Fisika, usaha yang dilakukan orang tersebut terhadap dinding tembok sama dengan nol atau ia dikatakan tidak melakukan usaha pada dinding tembok karena tidak terjadi perpindahan pada objek kerja/usaha yaitu dinding tembok.
Kedua, agar suatu gaya dapat melakukan usaha
pada benda, gaya tersebut harus memiliki komponen arah yang paralel terhadap
arah perpindahan. Perhatikanlah Gambar berikut.

Putu menarik kereta api mainan dengan
menggunakan tali sehingga gaya tariknya membentuk sudut α terhadap bidang
horizontal dan kereta api mainan tersebut berpindah sejauh s.
Dengan demikian, gaya yang bekerja pada kereta api mainan membentuk sudut α
terhadap arah perpindahannya. Oleh karena itu, besar usaha yang dilakukan gaya
tersebut dinyatakan dengan persamaan:
W = F cos α . s = F s cos α
dengan α = sudut antara gaya dan perpindahan benda (derajat).
1.Gerak Lurus Beraturan
Gerak lurus beraturan (GLB)
adalah gerak suatu benda yang menempuh lintasan garis lurus dimana dalam setaip
selang waktu yang sama benda menempuh jarak yang sama. Pada gerak lurus
beraturan kecepatan dimiliki benda tetap ( v = tetap ) sedangkan percepatannya
sama dengan nol ( a = 0 )
Kecepatan tetap artinya baik
besar maupun arahnya tetap. Kecepatan tetap yaitu benda menempuh jarak yang
sama untuk selang waktu yang sama. Misalnya sebuah mobil bergerak dengan
kecepatan tetap 75 km/jsm atau 1,25km/menit, berarti setiap menit mobil itu
menempuh jarak 1,25 km. Karena kecepatan benda tetap, maka kata kecepatan pada
gerak lurus beraturan dapat diganti dengan kata kelajuan. Dengan demikian,
dapat juga kita definisikan, gerak lurus beraturan sebagai gerak suatu benda
pada lintasan lurus dengan kelajuan tetap.
V = s / t
|
dimana : v = kecepatan (m/s)
s
= jarak tempuh (m)
t
= waktu tempuh (s)
2.Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak
lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus
dengan percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB adalah bahwa dari waktu ke waktu
kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat/lambat...sehingga gerakan
benda dari waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan. Dalam artikel ini,
kita tidak menggunakan istilah perlambatan untuk gerak benda diperlambat. Kita
tetap saja menamakannya percepatan, hanya saja nilainya negatif. Jadi
perlambatan sama dengan percepatan negatif. Contoh sehari-hari GLBB adalah
peristiwa jatuh bebas. Benda jatuh dari ketinggian tertentu di atas permukaan
tanah. Semakin lama benda bergerak semakin cepat. Kini, perhatikanlah gambar di
bawah yang menyatakan hubungan antara kecepatan (v) dan waktu (t) sebuah benda
yang bergerak lurus berubah beraturan dipercepat.

vo = kecepatan awal (m/s)
vt = kecepatan akhir (m/s)
a = percepatan
t = selang waktu (s)
ENERGI
Energi suatu benda adalah
suatu ukuran kesanggupan benda tersebut untuk melakukan suatu usaha. Energi
tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi energi dapat diubah
dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain. Satuan untuk mengukur
energi adalah joule (J).
1.Energi Potensial
Gravitasi
Energi potensial adalah
energi yang dimiliki oleh benda karena pengaruh tempat atau kedudukan benda
tersebut. Energi potensial disebut juga sebagai energi diam karena benda yang
berada dalam keadaan diam dapat memiliki energi potensial. Jika sebuah benda
bergerak atau berubah posisinya maka benda tersebut mengalami perubahan energi
potensial.

2.Energi Kinetik
Energi kinetik adalah
energi yang dimiliki oleh suatu benda karena pengaruh gerakannya. Jadi setiap
benda yang bergerak memiliki energi kinetik. Energi kinetik benda yang bergerak
adalah energi benda yang dimiliki oleh benda karena geraknya (kecepatannya)
yang secara matematis dirumuskan dengan:

Usaha yang dilakukan oleh
suatu gaya terhadap sebuah benda sama dengan penambahan energi kinetik dari
benda tersebut.
3.Energi Mekanik
Dalam
proses melakukan usaha, benda yang melakukan usaha itu memindahkan energi yang
dimilikinya ke benda lain. Energi yang dimiliki benda agar benda itu dapat
melakukan usaha dinamakan energi mekanik.

Perhatikanlah gambar di atas. Beban yang ditarik sampai di
ketinggian h memiliki energi mekanik dalam bentuk energi
potensial. Saat tali yang menahan berat beban digunting, energi berubah menjadi
energi kinetik. Selanjutnya, saat beban menumbuk pasak yang terletak di
bawahnya, beban tersebut memberikan gaya yang menyebabkan pasak terbenam ke
dalam tanah. Beban itu dikatakan melakukan usaha pada pasak. Dengan demikian,
energi mekanik dapat didefinisikan sebagai jumlah energi potensial dan energi
kinetik yang dimiliki oleh suatu benda, atau disebut juga energi total.
Besarnya energi mekanik suatu benda selalu tetap, sedangkan energi kinetik dan
energi potensialnya dapat berubah-ubah.